Bahas Sampah Di Acara Ngopi Baru, Muhammad Isa: Sampah Pembawa Berkah Yang Dapat Menghasilkan Uang

Posted on November 29, 2020

PEKANBARU, PENARIAU.INFO – Melalui acara Ngobrol Inspirasi Membangun Kota Pekanbaru (Ngopi Baru) dengan tema “Sampah Bawa Berkah”, Katua Pansus Ranperda Retribusi Pelayanan Sampah DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid, ST mengilustrasikan sampah layaknya musuh dan juga teman bagi kita, Jumat (27/11).

Sampah dikatakan musuh apabila dalam pengelolaannya menguras APBD Kota Pekanbaru. Tetapi sebaliknya, akan menjadi teman jika sampah tersebut dapat menambah APBD Kota Pekanbaru.

“Bagi saya ukurannya, sejauh apa sampah ini menambah APBD bagi Kota Pekanbaru, sejauh apa dia menguras APBD Kota Pekanbaru. Kalau dia menguras APBD Kota Pekanbaru maka dia musuh, tapi kalau kita bisa menjadikannya penambah APBD bagi Kota Pekanbaru, baru dia menjadi kawan kita, sampah membawa berkah,” kata Muhammad Isa.

Baca Juga:  Realisasi Investasi Riau Triwulan II 2020 Terbaik Satu di Sumatera

Kemudian lanjutnya, Politisi PKS itu ingin adanya perubahan persepsi definisi sampah ditengah-tengah masyarakat, dari persepsi sampah yang menyebabkan pencemaran lingkungan serta sebagai sumber penyakit, menjadi persepsi bahwa sampah sebagai pembawa berkah yang dapat menghasilkan uang.

“Sampah itu uang, itu yang harus menjadi mindset bagi masyarakat kita agar bisa mengurangi beban sampah kita,” paparnya.

Muhammad Isa berharap setiap lapisan masyarakat sudah harus mengetahui tentang cara memilah sampah yang baik dan benar untuk dijual ke bank sampah sehingga mampu menambah penghasilan.

Baca Juga:  Berikut Riwayat Lengkap 26 Pasien Covid-19 di Riau

“Perlu kita menyadarkan kepada masyarakat untuk memilah sampah mereka, kalau masyarakat sudah bisa memilah sampah mereka dengan baik, dan kita menumbuhkan bank-bank sampah kita, masyarakat bisa menyadari bahwa saat mereka memilah sampah mereka memilah uang sebenarnya,” ujarnya.

Produksi sampah di Kota Pekanbaru sendiri setiap harinya mencapai 1.000 ton. 800 ton diantaranya dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar.

Fenomena tersebut menjadi persoalan serius yang berdampak pada terkurasnya APBD Kota Pekanbaru, bahkan proyek pengangkutan sampah yang menggunakan anggaran multiyears (2018-2020) mencapai Rp165 miliar lebih.

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *