Di Kateman, Seorang Wanita Ditemukan Gantung Diri Setelah Cekcok dengan Pacar Via WA

Posted on June 5, 2020

INHIL, PENARIAU.INFO – Pada hari Kamis (4/6/20) sekira pukul 13:45 WIB telah terjadi kejadian bunuh diri dengan cara gantung diri disebuah kostan di Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, Kabupaten Inhil-Riau.

Seorang wanita yang biasa disapa Futri (22 tahun), karyawan di sebuah perusahaan swasta ditemukan tergantung di plafon kost oleh pacarnya, Rizal (26 tahun) saat hendak dijemput berangkat kerja.

Adapun kronologis kejadian menurut penuturan Babinsa Danramil 06/Kateman Sertu J Pasaribu, Rizal dan Futri bertengkar melalui Whatsapp (WA), karena Futri menuduh Rizal dekat dengan wanita lain.

“Korban mengancam akan melakukan bunuh diri dengan mengirimkan foto lagi gantung diri melalui Whatsappnya, namun Rizal tidak menanggapi hal tersebut karena perkiraannya hal itu hanya bercanda,” tutur Babinsa J Pasaribu

Baca Juga:  Alhamdulillah, 1 Lagi Pasien Covid-19 Inhil Asal Kecamatan Keritang Sembuh

Pukul 13:45 WIB, Rizal datang menjemput korban untuk berangkat kerja. Karena Kost tersebut adalah Kost Putri, Rizal meminta tolong Ani dan Wulandari (yang juga ngekos dengan Futri) untuk memanggilkan Futri, namun korban tidak mau keluar dari kostnya.

“Karena korban tidak menyahut, Rizal mencoba mengintip korban dari ventilasi rumah, dan dilihat oleh Rizal, Futri sudah tergantung di plafon (langit-langit) kost dengan seutas Jilbab yang diikatkan ke ventilasi dinding kost,” jelasnya.

Baca Juga:  Makin Melejit, Pekanbaru Kembali Rekor 121 Pasien, Berikut Sebaran 223 Kasus Baru Covid-19 di Riau

Melihat hal tersebut, Rizal bersama saksi dan masyarakat setempat berusaha mendobrak pintu dan langsung masuk ke kost. Saat itu juga secara spontan Rizal mengangkat tubuh korban dan saksi lainnya berusaha memotong selendang yang digunakan Futri gantungan diri.

“Namun saat itu Futri tidak bernyawa lagi. Selanjunya dilakukan olah TKP oleh Polsek Kateman, dan Hasil VER Tim Dokter Klinik PT PSG leher korban mengalami luka memar bekas jeratan (gantung diri) dan ditubuh korban tidak terdapat tanda tanda kekerasan,” imbuh Babinsa.

Korban diserahkan kepada pihak Keluarga untuk dimakamkan. (Indragirione.com)

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *