Dikawal Ketat Brimob, Timsus Kejati Geledah Kantor Disdik Riau

Posted on July 21, 2020

PEKANBARU, PENARIAU.INFO – Sejumlah personil Brimob Polda Riau berpakaian antiteor lengkap dengan senapan serbu berada di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Mereka mengawal Tim Khusus atau Timsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau yang melakukan penggeledahan, Selasa (21/7/20).

Penggeledahan ini merupakan tindak-lanjut dari penetapan dua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan media pembelajaran (perangkat keras), Informasi Teknologi dan Multimedia untuk jenjang SMA di Dinas Pendidikan (Disdik) Riau.

Timsus melakukan penggeledahan di ruang kerja Kepala Disdik Riau. Selanjutnya tim bergerak menuju ruang Kepala Bidang SMA dan SMK. Di ruang Kabid SMA ini, tim  memeriksa beberapa dokumen yang ada di ruangan tersebut.

Baca Juga:  Riau tak Masuk Lima Provinsi Terbaik Tangani Covid-19, Ini Alasannya

Hingga saat ini Tim Satuan Pidana Khusus Kejati Riau masih memggeladah dua ruangan yang menjadi tempat kerja mantan Kabid SMA Hafes Timtim, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan media pembelajaran (perangkat keras), Informasi Teknologi dan Multimedia untuk jenjang SMA di Dinas Pendidikan Riau.

Kepala Disdik Riau, Zul Ikram, membenarkan penggeledahan dari penyidik Kejati Riau itu. Menurutnya, penggeledahan itu berkaitan dengan proses penyidikan dugaan korupsi di instansinya tersebut.

“Tadi sebelum Salat Zuhur tim dari kejaksaan datang. Mereka ingin meminta semua dokumen yang berkaitan dengan proyek tersebut. Kita kooperatif dan mempersilakan penyidik mencari dokumen yang dibutuhkan,” jelas Kadisdik.

Baca Juga:  Hari Ini Dilaporkan Kasus Positif Covid-19 Pertama Rohil

Sebagainana diberitakan sebelumnya, kemarin Kejati Riau akhirnya menetapkan dua orang tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan media pembelajaran (perangkat keras) Informasi Teknologi dan Multimedia untuk jenjang SMA di Dinas Pendidikan (Disdik) Riau. Bahkan keduanya langsung ditahan.

Dua tersangka itu adalah Hafes Timtim dan Rahmad Dhanil. Untuk sementara, keduanya dianggap bertanggung jawab dalam penyimpangan kegiatan yang dilaksanakan pada 2018 silam, sehingga mengakibatkan timbulnya kerugian negara.

Hafes dalam kegiatan itu merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sementara Rahmad Dhanil adalah Direktur PT Airmas Jaya Mesin (Ayoklik.com) Cabang Riau. (rtrkn)

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *