DLHK Pekanbaru akan Tambah Objek Retribusi Sampah

Posted on September 11, 2020

PEKANBARU, PENARIAU.INFO – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru menambah klasifikasi objek retribusi sampah. Penambahan itu akan diajukan dalam rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang retribusi pelayanan persampahan atau kebersihan di DLHK.

Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Agus Pramono, mengatakan, bahwa dalam Ranperda ini mengubah klasifikasi objek retribusi sampah yang sebelumnya hanya 24 objek, kini bertambah menjadi 42 objek.

“Intinya mengubah yang dulunya 24 objek, karena perkembangan situasi dan kondisinya kini bertambah menjadi 42 objek,” kata Agus, Kamis (10/9/2020) kemarin.

Agus mengatakan, objek yang ditambah itu seperti homestay, pasar-pasar, dan pedagang kaki lima. Kemudian pada rumah, yang semula hanya tiga klasifikasi kini menjadi 5 klasifikasi.

Baca Juga:  Menggila, Hari Ini Bertambah 38 Kasus Baru Positif Covid-19 di Riau

“Untuk rumah, semula kita memasukan 3 kriteria yaitu Rp5 ribu, Rp7 ribu, dan Rp10 ribu. Sekarang menjadi 5 kriteria yaitu Rp6 ribu, Rp7 ribu, Rp8 ribu, Rp10 ribu dan Rp12 ribu,” sebutnya.

Menurutnya, perubahan itu tidak menaikkan retribusi sampah di masyarakat. Melainkan menambah objek klasifikasi yang nantinya retribusi sampah dibagi berdasarkan klasifikasi tersebut.

Ia mencontohkan pada kategori hotel yang dihitung berdasarkan luas wilayah dan jumlah kamar serta produksi sampahnya. Berdasarkan klasifikasi, setiap hotel akan berbeda retribusinya. Klasifikasi juga berlaku pada pedagang kaki lima dan tempat usaha lainnya.

Di samping itu, Agus mengatakan capaian retribusi sampah pada bulan Agustus lalu menjadi yang tertinggi dibandingkan tujuh sebelumnya. Bulan Agustus lalu, pihaknya mendapatkan capaian retribusi sampah sebesar Rp513 juta.

Baca Juga:  5 Jaksa Kejari Inhu Diperiksa, Dipecat jika Terbukti Peras Kepala SMPN

Di tahun ini, pihaknya menargetkan PAD sebesar Rp5,2 miliar dari retribusi sampah. Di mana, hingga saat ini terang Agus pihaknya sudah mencapai Rp3,7 miliar.

“Jadi tinggal empat bulan lagi untuk tahun 2020. Kalau setiap bulannya mendapatkan Rp500 juta, insya Allah target kita bisa tercapai,” ungkapnya.

Di samping itu, pihaknya juga akan membenahi pelayanan terhadap masyarakat. Saat ini juga sudah ada 200 petugas dari DLHK yang melakukan pungutan retribusi langsung ke masyarakat. “Hal ini dilakukan untuk mencegah kebocoran PAD dari retribusi sampah,” tutupnya.

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *