FPI Pekanbaru Kecam Gelper dan Prostitusi, Akan Buat Aksi Berantas Maksiat

Posted on September 3, 2020
PEKANBARU, PENARIAU.INFO – Gelandang Permainan atau Gelper, kian banyak ditemui di sudut Kota Pekanbaru. Meski kerap menjadi pro dan kontra karena permainannya mendekati perjudian, namun permainan ini masih marak di Kota Bertuah ini dan belum tersentuh ditertibkan.
 
Jumlah Gelper ini bahkan mencapai ratusan yang aktif dengan mencari ruko sebagai tempat dengan beragam jenis mesin judi di dalamnya, membuat menarik minat para pemain. Dalam operasinya, pengunjung menukarkan uang ke koin, jika menang pengelola menukarkan hadiah berbentuk voucher belanja dan barang. 
 
Kegiatan ini, tentu bertolak belakang dengan moto Kota Pekanbaru yang kini menjadi Kota Madani yang Smart City. 
 
“Kami akan menjaga marwah Bumi Melayu ini dari aksi perjudian yang marak di Kota Pekanbaru ini,” kata Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekanbaru, Husni Thamrin kepada halloriau.com, Kamis (3/9/2020). 
 
Sebagai garda terdepan dalam melawan kezoliman di Bumi Melayu Lancang Kuning, menurut Husni dirinya tak akan tinggal diam atas kegiatan ini. Bahkan tempat-tempat maksiat atau prostitusi berkedok karauke dan pujasera, kini membuat masyarakat risau.
 
“Dengan banyaknya kegiatan perjudian dan kemaksiatan, FPI Pekanbaru dan lapisan masyarakat disini akan melakukan monitoring hilangkan kemaksiatan itu,” kata Husni. 
 
Langkah tepat yang menjadi dasar inilah, FPI Pekanbaru akan memberikan trobosan jitu, setidaknya kata Husni akan membuat syok terapi yang bahkan bisa menjadikan pukulan telak untuk tidak lagi berkembang biaknya tempat-tempat perjudian hingga maksiat.
 
“Kami akan berperang untuk melawan kezoliman di Pekanbaru. Meski akan menghadapi konsekuensi apapun. Kami akan hadapi dan lewati demi tegaknya marwah agama Islam, Syariah dan Marwah Bumi Melayu di Pekanbaru,” terang Husni.
 
Terobosan yang dilakukan FPI ini, tentunya akan berjalan sesuai koridornya. Meski demikian, pihaknya akan membuka lapang dada dukungan moril dari segenap lapisan masyarakat Pekanbaru. Sebelum aksi, kata Husni dirinya meminta kepada pemerintah untuk lebih dulu bergerak. 
 
“Sebelum kami gerak, pemerintah lebih dulu bergerak. Jika pemerintah tidak melaksanakan kewajibannya, kami akan melakukan tindakan sesuai mekanisme aturan hukum yang berlaku,” ancam Husmi. 
 
Aksi besar-besaran yang akan dilakukannya itu, untuk mendukung pemerintah setempat dalam membasmi kemaksiatan dan perjudian. Maka dari itu, dia minta dukungan, aksi ini diberi nama Aksi Berantas Maksiat se-Pekanbaru.
Baca Juga:  Untuk Menjaring Pasien OTG di Pekanbaru, Pemko Diminta Gencar Uji Swab
Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *