Gubri Syamsuar Janji Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Kampung Balak

Posted on August 23, 2020
SELATPANJANG, PENARIAU.INFO – Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar didampingi Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim melakukan kunjungan kerja ke Desa Tanjung Peranap Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti
Minggu (23/8/2020).
 
Dalam kunjungan itu Gubri juga didampingi tokoh masyarakat Riau, H Wan Abu Bakar, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Eko Wimpianto Harjito, anggota DPRD, H Hatta, Danramil 02 Tebingtinggi, Mayor Inf Bismi Tambunan, dan sejumlah kepala OPD.
 
Kunjungan kerja ini dalam rangka untuk melihat progres pembangunan proyek infrastruktur pemerintah Provinsi Riau di Kepulauan Meranti, salah satunya pembangunan Jalan Poros Kampung Balak sepanjang 6 KM. Pada kesempatan itu selain berjanji akan segera menuntaskan Jalan Kampung Balak, Gubri juga menegaskan akan memprioritaskan pembangunan di kawasan pesisir.
 
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau telah mengupayakan pembangunan jalan menuju Mengkikip dari Selatpanjang-Alai-Kampung Balak sepanjang 26 KM. Namun mengalami kendala pada pembangunan jalan yang berada di Kampung Balak sepanjang 6 KM dimana akibat kondisi alam tak memungkinkan untuk dilanjutkan jadi solusinya akan dilakukan perubahan trase jalan yang saat ini sedang diupayakan.
 
Bahkan dari evaluasi yang dilakukan oleh dinas terkait perubahan trase ini akan lebih efisien sepanjang 16 KM dari rute semua atau jarak dari Alai ke menuju Mengkikip hanya sekitar 9,8 KM saja.
 
Nantinya jika jalan ini terbangun akan membuat terbukanya isolasi daerah artinya masyarakat Meranti sudah dapat menuju daratan Pulau Sumatera setiap saat tanpa bergantung lagi dengan angkutan umum seperti yang selama ini terjadi.
 
Masyarakat yang berada di Pulau Tebing Tinggi dapat menyeberang ke daratan Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Kampung Balak menuju Pelabuhan Penyengat, Desa Tanjung Pal, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak menuju daerah lainnya.
 
Kepala Desa Tanjung Peranap, Aswandi  mengatakan kelanjutan pembangunan jalan tersebut sudah sangat dinanti-nantikan warga setempat
 
Bahkan untuk menggesa terwujudnya hal ini, diakui Aswandi, masyarakat dengan sukarela mewakafkan sebagian tanahnya untuk diperuntukkan sebagai badan jalan yang didukung oleh pihak Perusahaan Energi Mega Persada (EMP) Mallaca Strait.
 
“Semoga dengan terbukanya akses ini akan mempercepat pembangunan di Desa Tanjung Peranap,” harap Aswandi.
 
Sementara itu Gubri, Syamsuar mengatakan pembangunan ruas jalan Kampung Balak tersebut merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Riau. Dan kedatanganya kali ini adalah untuk melihat trase baru yang akan dibangun oleh Dinas PU Provinsi.
 
“Karena kita menilai perubahan trase ini lebih efisien dan kita juga berharap dukungan dari EMP untuk membuka jalan yang menghubungkan Pulau Tebing Tinggi dengan Pulau Sumatera ini,” ucap Gubri.
 
Dukungan dari pihak EMP bukannya tidak beralasan disamping dapat membantu Pemerintah Daerah dan masyarakat sekaligus dapat mempermudah mobilitas perusahaan karena memang jalur yang dilalui searah.
 
“Ini juga akan dapat membantu mobilitas perusahaan khususnya menuju sumur-sumur baru, dan kita juga berharap dengan adanya jalan ini akan memacu pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Meranti khususnya di Desa Tanjung Peranap.
 
 
“Jika jalan selesai dan masyarakat dapat menyeberang maka akan dibutuhkan area parkir yang luas, selain itu tempat makan minum yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan,” jelas Syamsuar.
 
Dihadapan masyarakat Tanjung Peranap Gubernur Syamsuar kedepan berjanji akan memprioritaskan pembangunan di wilayah pesisir. Mantan Pj Bupati Kepulauan Meranti ini mengaku sangat memahami kondisi masyarakat yang sempat dipimpinnya itu.
 
“Kedepan kita akan memprioritaskan pembangunan di wilayah pesisir Riau,” ujar Syamsuar.
 
Selain memaparkan soal pembangunan Jalan Kampung Balak, Gubernur Riau juga bercerita tentang berbagai program yang akan dilakukan dalam memacu peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Meranti. Dikatakan Gubernur, lahan gambut yang luas di Meranti bukan saja dapat dimanfaatkan untuk tanaman Sagu dan Kelapa tapi juga dapat dimanfaatkan untuk tanaman lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. 
 
Diantaranya adalah Nenas, Kencur dan sayur-mayur lainnya yang sangat diminati oleh negara tetangga Malaysia. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Tanjung Kuras Kabupaten Siak dengan berkebun nanas seluas 900 Hektar,
 
“Di Desa Tanjung Kuras berapapun hasil panen nanas habis terjual dibawa ke Jawa dan daerah lainnya,” aku Gubernur.
 
Begitu juga di daerah Indragiri Hilir dengan menanam Kencur dan berbagai sayur-mayur untuk diekspor ke Malaysia. Dengan memanfaatkan area gambut menjadi kawasan perkebunan potensial disamping dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat juga mampu mengantisipasi lahan gambut dari kebakaran hutan dan lahan.
 
“Masyarakat akan selalu menjaga lahannya tetap berair yang secara tidak langsung akan membuat ekosistem Glgambut tetap lestari dan terbebas dari Karlahut,” ucap Syamsuar. 
 
Menurut Gubernur kenapa Kepulauan Meranti tidak mengambil kesempatan itu padahal lahan gambut yang dimiliki oleh Kepulauan Meranti sangat potensial. Masalah yang terjadi saat ini adalah masyarakat Meranti harus bisa merubah pola pikir dari yang biasa menjadi luar biasa.
 
“Kita harus mampu merubah sikap dari biasa menjadi luar biasa, kita tahu Meranti sangat dekat dengan Malaysia kenapa tidak dapat memanfaatkan potensi ekspor ini. Selain memiliki potensi ekonomi tinggi, potensi perkebunan ini juga dapat menjaga lahan gambut Kel Meranti dari Karlahut,” pungkas Gubri.
Baca Juga:  Bertambah 145 Pasien, Positif Covid-19 di Riau Tembus 4.000 Kasus
Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *