Karhutla Melanda Kampar, Sudah Tiga Hari Api Belum Padam

Posted on March 13, 2021

PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Upaya pemadam masih terus dilakukan tim gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat peduli api (MPA).

Komandan Tim (Dantim) Manggala Agni Sumatera V Daerah Operasi (Daops) Kota Pekanbaru, Darmawan mengatakan, pemadaman karhutla di Desa Rimbo Panjang sudah berlangsung tiga hari.

“Hari ini kami masih lanjut pemadaman,” ujar Darmawan, Jumat (12/3/2021), seperti yang dilansir dari kompas.

Baca juga: Antisipasi Longsor dan Karhutla, Polres Tana Toraja dan BPBD Cek Peralatan SAR

Baca Juga:  Ketua PKS Riau Lantik 101 Anggota Pelopor Kampar, Tamarudin: PKS Adalah Partai Terfavorit Pilihan Masyarakat Kampar

Dia menjelaskan, luas lahan yang terbakar tersebut lebih kurang tiga hektar. Seluruhnya tanah gambut, yang membuat petugas cukup kewalahan memadamkan api.

Ditambah lagi, sumber air yang jauh membuat petugas beberapa kali menyambung selang mesin pompa air.

“Jarak sumber air dari titik api sekitar 300 meter,” sebut Darmawan.

Dia menyebut, pemadaman karhutla memakan waktu yang lama, karena api sudah menyebar di dalam gambut dengan kedalaman mencapai satu meter.

Terkadang, arah tiupan angin yang berubah-ubah juga menjadi kendala petugas.

Baca Juga:  Ketua PKS Riau Lantik 101 Anggota Pelopor Kampar, Tamarudin: PKS Adalah Partai Terfavorit Pilihan Masyarakat Kampar

“Angin kadang mengarah ke kami, sehingga dikerumuni asap. Jadi, kami harus berhenti dulu,” akui Darmawan.

Baca juga: Setelah Petugas Kewalahan, Karhutla di Riau Akhirnya Padam Diguyur Hujan

Setelah tiga hari berjibaku, sudah hampir separuh kebakaran dipadamkan.

Menurut Darmawan, jika tidak terkendala air, diperkirakan empat sampai lima hari kebakaran di wilayah perbatasan Kampar dengan Kota Pekanbaru, itu sudah bisa dituntaskan.

“Paling lama lima hari kerja sudah bisa dituntaskan semuanya. Dan kami juga berupaya mencegah kebakaran meluas dengan menyekat kepala api,” pungkas Darmawan.*

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *