Kasus Covid-19 di Riau Melonjak Tajam, Masyarakat Diminta Tidak Salat Id di Lapangan

Posted on July 22, 2020

PEKANBARU, PENARIAU.INIFO – Menjelang memasuki Hari Raya Idul Adha 1441 H, kasus pasien positif di Provinsi Riau, dalam beberapa hari meningkat signifikan. Bahkan dalam tiga hari ini terkonfirmasi sebanyak 49 kasus positif Covid-19. Kasus ini menyebar hampir di seluruh kabupaten-kota, bahkan Kabupaten Rokan Hilir untuk pertama kalinya ditemukan kasus positif Covid-19.

Untuk itu, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi menyarankan agar pelaksanaan salat hari Raya Idul Adha tidak dilaksanakan di lapangan terbuka yang menghadirkan ratusan bahkan ribuan jamaah. Indra Yovi menyarankan Salat Id di masjid, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Sekarang dengan kasus sebanyak ini tak mungkin rasanya salat Idul Adha di lapangan dilaksanakan juga. Salat Idul Adha di dalam masjid mungkin masih bisa dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Indra Yovi, Selasa (21/7/2020).

Baca Juga:  Ini 13 Kebijakan Strategis Pemprov Riau Antisipasi Karhutla

Yovi mengaku belum tahu terkait protokol pelaksanaan salat Idul Adha tahun ini. Jika dibandingkan dengan pelaksanaan salat Idul Fitri beberapa bulan lalu, Indra menjelaskan kasus peningkatan pasien positif tidak seperti yang terjadi pasca-Idul Fitri.

“Saya juga belum tahu protokol salat Idul Adha seperti apa. Apakah di lapangan sudah boleh dengan kondisi seperti ini. Waktu lebaran Idul Fitri kasus positif di Riau belum banyak saja tidak ada yang menggelar salat di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemprov Riau Dukung Pemda Terapkan Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Sementara itu, disinggung mengenai protokol pemotongan hewan kurban, dia menjelaskan belum mendapatkan tata cara pemotongan hewan kurban saat Covid-19 ini. Dia menyarankan agar menjalankannya sesuai anjuran dari Kementerian Agama. Karena Kemenag sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

“Saya tidak hafal rincian protokolnya, tapi sudah ada protokolnya dari Kemenag seperti cara pemotongan, siapa yang menghadiri, jarak antara pemotongan, semua wajib pakai masker, itu pasti.

Nanti Kemenag Riau ada mengeluarkan SE yang disebar ke masjid dan musala, mengingat 9 hari lagi kita sudah melaksanakan hari raya kurban,” tutupnya. (rlnk)

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *