Kisah Kanit Narkoba Polwan Berprestasi Tapi Nyabu

Posted on November 22, 2020

JAKARTA – Aiptu DN, oknum polwan yang diketahui mengonsumsi sabu memiliki jejak prestasi dalam pemberantasan narkoba. Berdasarkan data Polres Mesuji, Aiptu DN mengungkap 72 kasus dan menangkap 105 tersangka terkait narkoba dalam kurun waktu Januari hingga November 2020.

“Januari sampai dengan November 2020 72 LP (laporan polisi), jumlah tersangka 105 orang (laki-laki 95, perempuan 10), jumlah barang bukti narkoba sabu 107,25 gram; inex 33 butir, P21 50 LP,” tertulis dalam dokumen daftar kasus narkoba di Polres Mesuji, yang diterima detikcom pada Sabtu (22/11/2020).

Aiptu DN yang sebelumnya menjabat Kanit Satres Narkoba Polres Mesuji, kini kehilangan jabatannya. Dia pun ditahan oleh Bidang Propam Polda Lampung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Jadi sudah memerintahkan kapolres untuk melakukan penonaktifan, dibebastugaskan dari tugas selama ini, sebagai Kanit Narkoba Polres Mesuji. Saat ini masih diperiksa di Bidang Propam Polda Lampung dan dilakukan penahanan untuk melakukan pemeriksaan secara komprehensif,” ucap Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad ketika dihubungi detikcom, Sabtu (21/11/2020).

Baca Juga:  Tok! APBD Inhu 2021 Rp1,4 Triliun Disahkan

Pandra menjelaskan awal mula perbuatan oknum polwan ini terungkap adalah karena viralnya rekaman videonya saat menghisap sabu. Polda Lampung pun langsung bersikap.

“Ada informasi yang masuk bahwa oknum ini sering melakukan penyalahgunaan terhadap dirinya. Ada 2 atau 3 hari yang lalu diamankan,” tutur Pandra.

Dalam hal ini, Pandra juga mengibaratkan Aiptu DN seperti tenaga kesehatan di masa pandemi Covid-19.

“Oknum ini sebenarnya sudah berhasil mengungkap banyak kasus. Seperti tenaga kesehatan, berada di rumah sakit, tidak menutup kemungkinan dia terpapar Covid-19. Ini akan kita lakukan pendalaman, pemeriksaan, apakah dari habitual action ataukah kesehariannya itu ada permasalahan, ada tekanan atau pengaruh lingkungan pergaulan, atau apapun juga yang dia lakukan,” tutur Pandra.

“Sedangkan dia sudah banyak prestasi, kan jadi tanda tanya besar,” sambung Pandra.

Pandra menuturkan pemeriksaan secara komprehensif oleh Bidang Propam sangat penting karena akan menentukan sanksi bagi Aiptu DN. Pandra menuturkan keberhasilan pengungkapan kasus narkoba oleh Aiptu DN selama ini juga menjadi pertimbangan nantinya saat Bid Propam menggelar sidang.

Baca Juga:  Korupsi Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering, Kejati Temukan Keterlibatan Pejabat PUPR Kampar

“Jadi Bidang Propam Polda Lampung akan melakukan pemeriksaan secara komprehensif dan akan dilihat bagaimana kesehariannya, terhadap keluarganya, individu dia, pergaulan di masyarakat. Jadi reward and punishmentnya itu akan betul-betul dilihat,” tutur Pandra.

Dia menambahkan tertangkapnya Aiptu DN juga berkat program pengawasan anggota yang diinisiasi Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto. Salah satunya adalah pengawasan terkait penyalahgunaan narkoba di lingkungan internal.

“Perlu saya sampaikan bahwa Polda Lampung, melalui Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto senantiasa mengedepankan proses penegakan hukum dan pengawasan, baik eksternal dan internal. Nah pengawasan internal itu dilakukan Bid Propam. Bid Propam diperintahkan untuk melakukan operasi penegakan ketertiban dan kedisiplinan atau kita sebut Operasi Gaktiplin. Dalam operasi itu, kami melakukan pengawasan terhadap anggota Polda Lampung dan polres jajaran dalam hal P4GN,” terang Pandra.(*)

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *