Korupsi Pembangunan Kantor Lurah di Inhil, Seorang Kontraktor dan Mantan Camat Divonis 4 dan 1 Tahun Penjara

Posted on June 5, 2020

PEKANBARU, PENARIAU.INFO – Perkara korupsi pembangunan kantor lurah di Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) Indragiri Hilir (Inhil), akhirnya tuntas disidangkan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Perkara yang merugikan negara sebesar Rp 338 juta itu menjerat dua orang terdakwa yaitu, Abdul Samad, kontraktor proyek pembangunan Kantor Lurah Sapat dan Syahbudi, mantan Camat Kuala Indragiri (Kuindra). Keduanya divonis bersalah oleh majelis hakim dan dijatuhi hukuman pidana penjara selama 4 tahun dan 1 tahun.

Dalam amar putusan majelis hakim Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru pada sidang Kamis (4/6/20) siang tadi. Abdul Samad dijatuhi hukuman pidana penjara selama 4 tahun denda Rp 50 juta subsider 1 bulan. Abdul Samad juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 188 juta yang sudah dititipkan kepada jaksa.

Sedangkan Syahbudi dihukum selama 1 tahun penjara denda Rp 50 juta subsider 1 bulan. terdakwa Abdul Samad juga diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 150 juta, yang mana uang tersebut juga telah dititipkan kepada jaksa.

Baca Juga:  Tambahan 11 Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Riau, Satu di Antaranya WNA Asal Swiss

” Terdakwa Abdul Samad menyatakan, Abdul Samad bersalah melanggar pasal 2 ayat (1) Junto Pasal 18. Dan terdakwa Syahbudi terbukti melanggar pasal 3 ayat (1) Junto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP,” kata majelis hakim yang diketuai Sahrudi SH.

Atas vonis hakim tersebut, Abdul Samad menyatakan pikir-pikir. Sementara terdakwa Syahbudi langsung menerimanya.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Muhammad Juanda Sitorus SH MH dan Aji SH, menuntut Syahbudi selama 1,5 tahun penjara dan Abdul Samad 4,5 tahun penjara.

Baca Juga:  Terjadi Penambahan Lima Kasus Positif Covid-19 di Riau

Berdasarkan dakwaan, Syahbudi selaku Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan pekerjaan Pembangunan Kantor Lurah Sapat, pada April 2018 bersama-sama dengan terdakwa Abdul Samad, selaku kontraktor melakukan perbuatan,secara melawan hukum dengan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang merugikan keuangan negara.

Proyek pembangunan Kantor Lurah Sapat itu dianggarkan dalam APBD Inhil Tahun 2018. Semua dana telah dicairkan 100 persen oleh terdakwa Syahbudi dalam dua tahap.

Namun proyek yang dikerjakan oleh terdakwa Samad dengan meminjam dua perusahaan yakni CV Zara dan CV Al-Kausar itu, ternyata tidak selesai pembangunannya. Berdasarkan hasil Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp.338.345.073. (Riauterkini.com)

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *