Belum Tersedia di Pekanbaru, Ini Solusi Pengganti Materai 10.000

Posted on January 18, 2021

PEKANBARU – Hingga kini keberadaan meterai bertarif 10.000 belum ada stok di Kota Pekanbaru meski pemerintah sudah mengumumkan tahun 2021 materi Rp10.000 sudah berlaku pada tahun inisesuai UU Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai.

Maka untuk menanggulangi kebutuhan akan bea materai, sejauh ini kebijakan pemerintah masih memberlakukan meterai 3.000 dan 6.000 masih tetap digunakan di masa transisi hingga 31 Desember 2021.

“Untuk meterai 3000 dan 6000 masih bisa digunakan hingga 31 Desember,” kata Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Riau Asprilantomiardiwidodo di Pekanbaru, Sabtu (16/1/2021) dikutip dari antarariau.

Baca Juga:  22 Ekor Buaya Muara dalam Paket Ditahan Pihak Bandara Pekanbaru

Ia menyebutkan, saat ini meterai 10.000 belum diedarkan dan masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

“Insya Allah akan segera diedarkan, untuk meterai 3.000 dan 6.000 masih bisa digunakan sampai Desember 2021,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kanwil DJP Riau, M Agus Budisantoso mengatakan bahwa tujuan dari UU Bea Meterai yang baru ini adalah untuk memberikan kesetaraan antara dokumen kertas dan elektronik, serta keberpihakan kepada masyarakat luas dan pelaku UMKM dengan tarif yang relatif rendah dan terjangkau, serta kenaikan batas nominal uang dalam dokumen dari lebih dari Rp1 juta menjadi lebih dari Rp5 juta.

Baca Juga:  Komisi IV Rekomendasikan Sampah Diswakelola, DLHK Pekanbaru Tetap Ingin Dilelang

Maka dokumen yang dikenai bea meterai adalah yang memuat uang lebih dari Rp5 juta.

Sebelumnya, meterai Rp3.000 dikenakan untuk dokumen dengan nilai uang di atas Rp250 ribu.

Sedangkan meterai Rp6.000 untuk dokumen dengan nilai uang di atas Rp1 juta. Dengan demikian dokumen yang memuat jumlah uang bernilai di bawah Rp5 juta menjadi tidak dikenai bea meterai.

“Penyesuaian tarif ini dilakukan dengan tetap mempertimbangkan pendapatan per kapita, daya beli masyarakat dan kebutuhan penerimaan negara,” sebutnya. (*)

Berita Lainnya

It seems we can’t find what you’re looking for. Perhaps searching can help.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *