Bermodal Video Seks, Wanita Pekanbaru Diperas Napi dari Lapas hingga Ratusan Juta Melayang

Posted on February 9, 2021

PEKANBARU – Iwan Saputra pasrah saat ditangkap Tim Sub-Direktorat 5 Cyber Polda Riau, di kamarnya Blok A2 Lapas Kelas IIB Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah. Ia ditangkap diduga usai memeras teman wanita melalui penyamarannya di akun palsu Facebook miliknya.

Meski menjalani vonis hukumannya di dalam lapas, narapidana ini tidak hilang akal. Buktinya dia mampu memeras korbannya warga Pekanbaru. Dengan hanya bermodalkan smartphone, dia meminta uang dari korban hingga ratusan juta.

Supaya korbannya percaya, warga binaan ini membuat akun Facebook palsu dengan menggunakan foto profil polisi. Modusnya pun berjalan, awalnya meminta pertemanan berlanjut messenger untuk perkenalan dengan korban.

Baca Juga:  Sekretaris Komisi I Geram Lantaran Temukan Pelanggar Protokol Kesehatan di Tempat Hiburan saat Sidak

“Pelaku ini warga Lapas Lampung Tengah. Baru jalani masa hukuman setahun, dari vonis hukumannya dua tahun lima bulan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Andri Sudarmadi, Selasa (9/2/2021) siang.

Tak sampai di Messenger Facebook saja, pelaku mulai beranikan meminta nomor WhatsApp korban. Tak sadar rencana keduanya, korban mulai masuk perangkap pelaku hingga mereka sampai mengarah yang intim.

Hanyut dalam rayuan pelaku, korban pun diajak untuk videocall seks. Tak hayal, kata Andri, pelaku warga Lampung kasus pencurian dan kekerasan ini mengeluarkan jurusnya dengan sembunyi-sembunyi mulai merekam layar selama aktivitas berlangsung.

“Dengan modal video itu, pelaku kemudian meminta pulsa dan sejumlah uang kepada korban serta mengancam, jika tidak dipenuhi oleh korban maka video tersebut akan disebarkan kepada teman Facebook korban,” terang Andri.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 di Riau Makin Tinggi, Kepala BNPB Rakor di Pekanbaru

Terkait uang yang diminta pelaku kepada korban mulai dari sebesar Rp13.000.000 hingga pelaku nekat meminta uang sebesar Rp150.000.000. Sesuai laporan dan penyelidikan, pelaku diketahui berada di daerah Provinsi Lampung. Tepatnya di Lapas Kelas IIB Gunung Sugih.

“Saat itu, kita sita handphonenya yang digunakan pelaku untuk menghubungi korban lewat akun Facebook dan WhatsApp. Jadi modus operandi dengan membuat akun palsu, menggunakan foto profil anggota Polri,” pungkas Andri. (hrc)

Berita Lainnya

It seems we can’t find what you’re looking for. Perhaps searching can help.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *