Ini Penjelasan Kadiskes Riau soal Vaksin AstraZeneca Mengandung Unsur Babi

Posted on March 20, 2021

PEKANBARU – Vaksin Covid-19 AstraZeneca diketahui mengandung enzim tripsin dari pencernaan hewan babi. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Mimi Yuliani Nazir.

Walaupun begitu, kata Mimi, vaksin AstraZeneca belum didistribusikan ke Provinsi Riau.

“(AstraZeneca) belum masuk ke Riau, saat ini kita masih pakai Sinovac,” kata Mimi, Jumat (19/3/2021).

Mengenai kandungan tripsin babi pada vaksin AstraZeneca dan status haramnya digunakan bagi umat Islam, Mimi mengatakan Dinas Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Riau hanya mengikuti kebijakan dari Pemerintah Pusat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca Juga:  Muhammad Isa: Kabag Hukum Pemko Harus Meneliti Perda Sesuai Aturan Perda yang Diundangkan

“AstraZeneca itu kan sudah mendapatkan persetujuan halal dari MUI Pusat, jadi cukup dari pusat aja (kebijakannya),” ujarnya.

Sebelumnya, MUI Pusat telah mengadakan konferensi pers pada Jumat (19/3/2021) yang mengonfirmasi bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diproduksi oleh SK Bioscience Korea Selatan tersebut memang memanfaatkan tripsin dari babi.

“Walau demikian, penggunaan vaksin Covid-19 produk AstraZeneca pada saat ini hukumnya dibolehkan (karena dalam keadaan darurat),” kata Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam dalam konferensi persnya.

Baca Juga:  Izin Pengelolaan Pasar Bawah Pekanbaru Kembali Dipertanyakan

Untuk diketahui, seperti dilansir dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia, enzim tripsin babi diperlukan sebagai katalisator untuk memecah protein menjadi peptida dan asam amino yang menjadi bahan makanan kuman. Kuman akan dibiakkan dan difermentasi, kemudian diambil polisakarida kuman sebagai antigen bahan pembentuk vaksin.

Berita Lainnya

It seems we can’t find what you’re looking for. Perhaps searching can help.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *