Parkir 88 Ruas Jalan di Pekanbaru Dikelola Pihak Ketiga, Pembayaran Non Tunai Bakal Diberlakukan

Posted on January 26, 2021

PEKANBARU – Mulai awal tahun 2021 hingga lima tahun ke depan, PT Datama dipercaya oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru untuk mengelola parkir di 88 ruas jalan yang ada di Kota Pekanbaru.

Pengelolaan parkir oleh pihak ketiga ini diharapkan dapat lebih memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir yang mayarakat bayar. Tidak hanya itu, Dishub juga mendorong agar pihak PT Datama bisa memanfaatkan sistem teknologi informasi dalam penarikan tarif distribusi parkir di Kota Pekanbaru, dengan tujuan agar lebih terukur, transparan dan untuk meminimalisir kebocoran PAD. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Yuliarso.

“Kita sudah serahkan untuk pengelolaan parkir di 88 ruas jalan ke pihak ketiga yaitu PT Datama yang mana secara prinsip, retribusi parkir berubah menjadi tarif layanan atau jasa layanan yang semula dikelola oleh kelembagaan organisasi Dishub yang namanya UPT perparkiran. Maka hari ini, UPT tersebut bertransformasi menjadi BLUD,” ungkap Yuliarso, Selasa (26/1/2021).

Baca Juga:  Semburan Lumpur, Agung Takut Pekanbaru Senasib dengan Sidoarjo

Ditambahkan Yuliarso, dari fleksibilitas BLUD tersebut dimanfaatkan sebagai bentuk kerjasama dengan pihak ketiga dengan sistem kemitraan atau pihak ketiga melakukan investasi kepada Pemko Pekanbaru. Diperkirakan dari 88 ruas jalan yang parkirnya dikelola oleh pihak ketiga tersebut potensi parkir diperkirakan mencapai Rp36 miliar pertahun.

Bahkan sesuai dengan kesepakatan dari Dishub Kota Pekanbaru dengan PT Datama, dari potensi Rp36 miliar tersebut, pihak PT Datama wajib menyetor kepada Dishub Kota Pekanbaru sebesar 30,05 persen atau sejumlah Rp11 miliar pertahun.

“Ini sudah sesuai kesepakatan bersama, bahkan jika pihak ketiga tidak mencapai target yang ditentukan maka akan ditutupi dengan deposit awal yang dipegang oleh pihak ketiga untuk memenuhi kekurangan terget yang sudah ditentukan. Ini Bagus untuk sumber PAD kita,” Jelas Yuliarso.

Yuliarso juga mendorong adanya sistem teknologi informasi dalam pengelolaan parkir di Pekanbaru. Hal tersebut sebagai transparansi agar nilai rupiah yang terkumpul dan didapat dalam hal pelayanan jasa parkir tadi

Baca Juga:  Alhamdulillah, Insentif Imam Masjid Paripurna Kecamatan di Pekanbaru Sudah Bisa Dicairkan

“Karena kita hari ini dalam era industri 4.0 maka salah satu basisnya adalah teknologi informasi. Adanya teknologi informasi dalam pembayaran jasa layanan parkir ini tentu kita mendorong dan mengarahkan kepada case list/pembayaran non tunai. Dalam waktu dekat, setiap jukir itu akan memegang alat yang bisa digunakan untuk pembayaran case list. Begitu parkir, langsung bayar apakah dengan kartu elektronik atau memakai kode QR,” jelasnya.

Yuliarso menambahkan, dirinya mewanti-wanti adanya pada masa peralihan ke manajemen PT Datama terkait tenaga-tenaga juru parkir (jukir) yang berada dilapangan

“Kami diawal sudah berpesan supaya jukir yang ada itu tetap diperdayakan dan tetap dipekerjakan, tetapi tentu karena perusahaan juga harus punya Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) maka jukir harus bisa menyesuaikan dengan kebutuhan yang diminta. Karena kita ingin wajah Kota Pekanbaru ini ada di jukir,” paparnya.

Berita Lainnya

It seems we can’t find what you’re looking for. Perhaps searching can help.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *