Peringati Peristiwa 2 Desa Terkubur dan 157 Jiwa Tewas, Muhammad Isa Ajak Masyarakat Berperan Serta Menjaga Lingkungan

Posted on February 22, 2021

PEKANBARU – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), beberapa komunitas di Kota Pekanbaru melakukan aksi bersih-bersih sampah di Sungai Siak, Sungai Sail serta Hutan Kota, Minggu (21/2/2021).

Aksi tersebut merupakan bentuk ajakan kepada masyarakat agar sampah menjadi perhatian utama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaannya, sehingga lingkungan sekitar khususnya sungai tetap terjaga.

Acara denga tema “Sungainya Bersih, Orangnya Baik” dihadiri Anggota DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid yang juga sebagai salah satu pencetus Komunitas Pecinta Sungai (KPS).

“Semua warga pekanbaru itu ingin lingkungannya baik, ingin lingkungan lebih hijau, ingin sungainya lebih baik tapi tidak semua orang mau berbuat, banyak orang yang mau berbuat tapi tidak semua orang bisa untuk berbuat. Dan hari ini kita bisa berkumpul disini, kita adalah orang-orang yang mau dan kita bisa berbuat”, kata Muhammad Isa dalam sambutannya

Baca Juga:  Geruduk Kejati Riau, Mahasiswa Riau Tuntut Sayuti Munte Dibebaskan

Ia juga berharap agar masyarakat menjadi bagian dalam menjaga lingkungan, bekerja sama dengan seluruh komponen sehingga permasalahan sampah tidak hanya dibebankan kepada pemerintah.

“Disini kita membangun kesadaran kita, jangan kita hanya berharap memberikan beban itu kepada pemerintah itu saja, pemerintah punya batasan-batasan tapi intinya kita sebagai masyarakat yang harus berperan serta punya kesadaran menjaga lingkungan kita”, tuturnya.

Baca Juga:  Semburan Gas Berlumpur Pekanbaru Beda dengan Lumpur Lapindo

Perlu diketahui bahwa Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) merupakan peringatan peristiwa yang terjadi pada tanggal 21 Februari 2005 silam, dimana akibat hujan deras memicu gunungan sampah setinggi 60 meter longsor di TPA Leuwi Gajah Cimahi, Jawa Barat. Bencana itu kemudian menghantam permukiman dekat TPA dan Akibatnya, 157 warga tewas dan dua kampung tertimbun longsor sampah. Setahun kemudian, insiden itu diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Berita Lainnya

It seems we can’t find what you’re looking for. Perhaps searching can help.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *