Sosialisasi Rencana Proyek Tol Jambi – Rengat Sudah Dimulai

Posted on September 10, 2020

PEKANBARU, PENARIAU.INFO – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau menyatakan bahwa

tahapan sosialisasi rencana proyek Tol Trans Sumatera ruas Jambi-Rengat sudah dimulai.

“Kita sudah mulai melakukan sosialisasi rencana proyek Tol Trans Sumatera ruas Jambi – Rengat, dan tahapan sosialisasi ini sudah dilakukan kepada warga di beberapa kecamatan di Indragiri Hilir (Inhil), Riau, yang nantinya akan dilintasi ruas tol ini,” kata Kabid PUPR-PKPP Riau, Iwan Suryawan, Kamis (10/9/2020).

Ia menyampaikan, bahwa tahapan sosialisasi ini sesuai dengan, amanat Perpres Nomor 71 Tahun 2012, yang mengatur tentang tugas – tugas tim persiapan pengadaan tanah, dan menjadi tahapan penting yang harus dilakukan.

Baca Juga:  Sudah Dibahas dengan DPRD Riau, Gubri Berencana Ngutang untuk Bangun Jalan

Terlebih, jelas Iwan, proyek tol ruas Jambi – Rengat pastinya akan ada konsekuensi lahan masyarakat yang terkena bagian dari pembangunan tol. Sebab itu sosialisasi harus dilakukan pemerintah, agar masyarakat tahu terhadap kondisi yang sebenarnya.

“Yang jelas sosialisasi ini penting, supaya tidak ada simpang-siur informasi di tengah masyarakat yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. Selain itu pemerintah perlu dukungan masyarakat untuk mewujudkan infrastruktur ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Pansus DPRD Kota Pekanbaru Sidak TPA Muara Fajar, Supir Truk Sampah Mengeluh Alat Berat Rusak Semua

“Adapun tugas tim persiapan pengadaan lahan untuk tol, memberikan pemberitahuan secara langsung (sosialisasi), pendataan awal lokasi, konsultasi publik, persiapan penetapan lokasi (Penlok), lalu diumumkan,” lanjutnya.

Tahapan-tahapan ini, kata dia merujuk pada Surat Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts.1095/VI/2020 tanggal 25 Juni 2020 tentang Pembentukan Tim Persiapan Pengadaan Tanah Pembangunan Jalan Tol Ruas Jambi-Rengat.

Dijelaskannya pada tahapan awal, pihak terkait dan perangkat pemerintahan terkecil harus mengetahui rencana proyek. Lalu tim dari Kementerian PUPR melakukan pemasangan patok di lokasi untuk memperoleh data-data awal.

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *