Bea Cukai Gagalkan Pengiriman 5.700 Batang Kayu Ilegal ke Malaysia

Posted on February 9, 2021

PEKANBARU – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai Riau berhasil menggagalkan kegiatan ekspor ilegal sebanyak ribuan batang kayu teki yang merupakan barang dalam kategori larangan dan pembatasan (Lartas).

Penindakan dilakukan, Kamis (4/2/2021) dini hari di Perairan Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Saat itu tim yang melakukan patroli mendapati kapal KM Berkat Meranti GT.32 tengah membawa ribuan batang kayu bakau ilegal.

“Tim yang melihat kapal mencurigakan langsung mendekati kapal dan melakukan pemeriksaan. Setelah diperiksa kapal tersebut membawa 5.700 batang kayu teki dengan tidak menggunakan pemberitahuan pabean,” ungkap Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan DJBC Riau, Agung Saptono, Senin (8/2/2021).

Baca Juga:  KPK Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis

Agung mengatakan, dua orang yang diduga pelaku penyelundupan tersebut juga diamankan, yakni berinisial K dan KT. Keduanya diketahui merupakan warga Kecamatan Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Berdasarkan keterangan kedua pelaku, ribuan kayu teki ilegal tersebut rencananya akan dibawa ke Batu Lahat, Malaysia.

Selian mengamankan kapal serta 5.700 batang kayu teki ilegal, petugas juga mengamankan empat lembar pasport, satu bendera Malaysia serta sejumlah kelengkapan kapal lainnya.

Baca Juga:  Tangkap Tangan Kanan, BNNP Riau Buru Ws Pemilik Satu Kilogram Sabu di Wilayah Rohil

“Pelaku dan barang bukti tersebut kemudian dibawa ke KPPBC TMP C Bengkalis. Tim masih melakukan penyelidikan terhadap pengungkapan ini,” jelas Agung.

Dia mengatakan, kasus yang memuat barang lartas tersebut merupakan kasus yang dapat dikenakan sanksi pidana. Karena mengangkut barang Lartas tanpa dilindungi dengan dokumen pabean melanggar. Undang-Undang No.17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan. (hrc)

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *