Cabuli Anak Tirinya untuk Pesugihan, Pria di Rohil Diringkus

Posted on January 31, 2021

UJUNG TANJUNG – Seorang ayah bernama Naharudin (42) warga Sungai Sari, Kecamatan Lipat Kain Kabupaten Kampar diamankan Sat Reskrim Polres Rohil. Ia diamankan karena diduga telah mencabuli anak tirinya yang masih di bawah umur dengan alasan untuk pesugihan.

Naharudin diringkus dan dibawa pulang ke Rohil atas dasar laporan Polisi yang dibuat ibu kandung korban, karena tidak terima anaknya yang masih seorang pelajar perempuan berusia 11 tahun dan 12 tahun, yang digagahi suaminya mulai dari saat tinggal di Jalan Batu Bara Km 02, Kepenghuluan Bangko Permata Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir.

Kapolres Rohil, AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasubbag Humas Polres Rohil AKP Juliandi SH saat di konfirmasi pada Sabtu (30/1/2021) siang kemarin membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka kasus Tindak Pidana Pencabulan anak di bawah umur di wilayah hukum Polres Rohil tersebut.

“Telah diamankan 1 orang tersangka di Kecamatan Lipat Kain, Kabupaten Kampar. Dalam interogasi pada saat ditangkap terlapor mengatakan bahwa perbuatan pencabulan tersebut dilakukan untuk persugihan karena kata terlapor sebagai cara untuk mendapatkan uang,” kata Juliandi.

Baca Juga:  Ketua Komnas Anak Indonesia Sebut Polda Riau Masih Berutang Kasus Anggelika

Kemudian dibawa ke Polres Rohil dan dilakukan pemeriksaan untuk berita acara. Terlapor menerangkan bahwa ia melakukan pencabulan terhadap anak tirinya karena penasaran dengan rasa perawan yang mana sebelumnya terlapor sudah menikah 3 kali dengan janda sebelum menikah salah satunya ibu korban.

Kronologisnya terang Juliandi, terlapor yang diamankan petugas setelah mendapat laporan dari pelapor bahwa pada Selasa (29/12/2020) sekira pukul 07.00 WIB. Ibu korban berada di rumahnya di daerah Lipat Kain Kampar bersama dengan korban.

Pada saat ibu korban sedang mencuci pakaian di luar rumah kemudian datang anaknya berlari mendekati ibunya sambil menangis dan menceritakan telah ditendang oleh ayah tirinya.

Saat itu ibu korban membuka lengan baju anaknya, dan melihat tangannya sudah memar, lalu kemudian anaknya menjelaskan bahwa ayah tirinya telah mencabulinya. Mendengar hal tersebut ibunya tidak berani menanyakan kepada suaminya dan hanya dibawa diam.

Baca Juga:  Ditonton Kawan-kawanya, Remaja di Pekanbaru Tewas dalam Duel Satu Lawan Satu

Kemudian pelapor meminta izin kepada terlapor yang merupakan suaminya dan tidak diizinkan, tetapi pelapor berupaya untuk pulang ke Rohil dengan alasan mau mendaftarkan anaknya masuk sekolah, lalu pelapor dan korban diizinkan untuk pergi.

Ketika sampai di rumah orang tua pelapor, pelapor menanyakan kepada korban yang merupakan anak kandungnya. Dan saat itu korban menjelaskan bahwa telah sering kali dicabuli di daerah Balam Kecamatan Bangko Pusako.

“Korban sudah 3 kali dicabuli di Rohil. Dan di daerah Lipat Kain selama 1 bulan dicabuli setiap hari. Selanjutnya pelapor melaporkan kejadian tersebut ke polres Rokan Hilir guna proses lebih lanjut,” terang Juliandi.

“Setelah ditangkap petugas, upaya yang dilakukan adalah visum, pemeriksaan saksi korban dan pemeriksaan saksi terkait. Serta tersangka dipersangkakan Pasal yang di langgar Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat (3) Jo Pasal 76 E Jo Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” pungka Juliandi.

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *