Selama 2 Tahun, Ayah Tiri di Meranti Cabuli Anaknya yang Masih di Bawah Umur

Posted on January 12, 2021

SELATPANJANG – Seorang pria berinisial Fir alias Iis (28) warga Jalan Kampung Tengah RT 001 RW 005 Desa Dedap, Kecamatan Tasik Putripuyu, Kabupaten Kepulauan Meranti diamankan Polsek Merbau karena diduga telah mencabuli anak tirinya berinisial AN yang berumur 10 tahun.

Parahnya lagi, perbuatan keji itu sudah dilakukannya sejak korban duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD) dari tahun 2018 hingga sekarang.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIK melalui Kapolsek Merbau, Iptu Sahrudin Pangaribuan SH mengatakan, penangkapan terhadap pelaku berdasarkan laporan dari ibu korban yang tak lain merupakan istri pelaku.

“Terduga pelaku berhasil kita amankan berdasarkan laporan ibu korban ke Polsek Merbau. Penangkapan dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Merbau bersama tim sekira pukul 23.00 WIB di rumahnya di Desa Dedap tanpa melakukan perlawanan,” kata Kapolsek, Selasa (12/01/2021).

Iptu Sahrudin Pangaribuan juga menceritakan kronologis kejadian, dimana kejadian tersebut terjadi pada hari Kamis tanggal 7 Januari 2021 sekira pukul 17.30 WIB, ketika korban bersama dengan ibunya ingin pulang ke rumah.

Baca Juga:  Penyidik Polda Temukan Pelanggaran Pidana Pengelolaan Sampah Pekanbaru, Status Naik ke Penyidikan

Ketika di persimpangan jalan ibunya menyuruh korban untuk mengantarkan gerobak dorong bayi ke rumah terlebih dahulu karena ibunya mau pergi ke warung.

Sesampainya di rumah, korban melihat ayah tirinya sedang berdiri di depan pintu dapur dengan hanya menggunakan sehelai handuk saja. Kemudian pelaku mengancam korban dan mulai melakukan pencabulan terhadap korban. Tidak lama kemudian sekitar lebih kurang 5 menit, ibu korban pulang ke rumah.

Ditambahkan, menurut pengakuannya, kejadian tersebut sudah berulangkali dilakukan sejak tahun 2018 saat korban masih duduk di bangku kelas 2 SD sampai dengan terakhir kali korban dicabuli pada tanggal 7 Januari 2020 sekitar pukul 17.30 WIB di rumahnya.

Atas kejadian tersebut, pelapor selaku orang tua korban tidak terima dengan peristiwa itu dan melaporkan perbuatan bejat suaminya kepada pihak Kepolisian Sektor Merbau.

Adapun Barang Bukti yang berhasil diamankan antara lain 1 helai celana pendek berwarna putih, 1 helai baju kaos lengan panjang motif kotak perpaduan warna merah hati dan putih, 1 helai celana dalam warna merah jambu dengan les berwarna merah, 1 helai rok berwarna merah, 1 lembar Akta Kelahiran milik korban.

Baca Juga:  Camat di Pekanbaru Paksa Pegawai Bugil dan Masuk Kolam, Direkam Lalu Videonya Dikirim ke Korban

“Saat ini pelaku sudah kita amankan di Mapolsek Merbau untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif guna proses penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Untuk pasal yang dijeratkan terhadap pelaku yakni Pasal 76 E Jo Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 KUHPidana, tentang tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur secara berulang – ulang.

“Sesuai dengan pasal tersebut, setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *