Wako Pekanbaru Perintahkan Panggil 20 Pengurus Masjid yang tetap Laksanakan Tarawih Berjamaah

Posted on May 1, 2020

Pekanbaru, penariau.info – Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MR perintahkan Kapolresta dan KakansatpolPP setempat untuk memanggil 20 pengurus masjid dan mushala di Tampan, yang masih nekad menyelenggarakan shalat tarawih dan shalat berjamaah di masjid di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Saya dapat laporan di Tampan ada 20-an masjid dan mushala yang masih buka dan menyelenggarakan tarawih dan shalat berjamaah,” kata Firdaus di Pekanbaru, Senin.

Firdaus mengatakan, pagi pengurus masjid dan mushala yang masih tetap membangkang untuk melaksakana ibadah meski sudah dilarang, akan ditindak tegas oleh Pemko.

“Mereka akan diberikan penerangan dan pemahaman tentang COVID-19 langsung ke telinganya,” katanya agak geram.

Firdaus juga heran, semua aturan dan pelarangan sudah ada tentang pelarangan pelaksanaan ibadah di masjid dan mushala, akan tetapi para pengurus tetap kekeh melaksanakannya. Padahal Tampan saat ini kecamatan tertinggi kasus kejadian COVID-19 nya baik yang positif, maupun yang meninggal.

“Tampan nomor satu penyumbang COVID-19, sudah zona merah,” kata Firdaus.

Ia meminta aga para pengurus sadar dan mau mengikuti aturan Pemerintah dalam upaya penanggulangan penyebaran COVID-19.

“Alquran sudah menegaskan, MUI pusat sampai daerah juga, Pemerintah pusat sebagai ulil amri mengeluarkan larangan, siapa lagi yang mau di ikuti?,” Kata Firdaus.

Sementara itu Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Pemerintah Kota Pekanbaru, dokter Mulyadi mengatakan,

Baca Juga:  Pasien Positif Covid-19 Terakhir di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru Sembuh

hingga Ahad, 26 April 2020 bertambah satu orang pasien positif COVID-19 yang sembuh dan pulang.

“Pasien positif 19 orang, tujuh sembuh dan pulang, sembilan orang masih dirawat isolasi, tiga orang meninggal dunia,” kata dokter Mulyadi.

Sementara data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kini ada 238 orang karena ada penambahan 18 orang, dengan rincian 96 orang sehat dan pulang, 114 orang dirawat, 28 orang meninggal dunia .

“Satu orang pasien PDP yang meninggal bertambah Ahad,” katanya.

Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) totalnya 3.961 orang ada penambahan 32 orang, dengan rincian 3.588 selesai pemantauan, 373Pekanbaru (ANTARA) – Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MR perintahkan Kapolresta dan KakansatpolPP setempat untuk memanggil 20 pengurus masjid dan mushala di Tampan, yang masih nekad menyelenggarakan shalat tarawih dan shalat berjamaah di masjid di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Saya dapat laporan di Tampan ada 20-an masjid dan mushala yang masih buka dan menyelenggarakan tarawih dan shalat berjamaah,” kata Firdaus di Pekanbaru, Senin.

Firdaus mengatakan, pagi pengurus masjid dan mushala yang masih tetap membangkang untuk melaksakana ibadah meski sudah dilarang, akan ditindak tegas oleh Pemko.

“Mereka akan diberikan penerangan dan pemahaman tentang COVID-19 langsung ke telinganya,” katanya agak geram.

Firdaus juga heran, semua aturan dan pelarangan sudah ada tentang pelarangan pelaksanaan ibadah di masjid dan mushala, akan tetapi para pengurus tetap kekeh melaksanakannya. Padahal Tampan saat ini kecamatan tertinggi kasus kejadian COVID-19 nya baik yang positif, maupun yang meninggal.

Baca Juga:  Siap-Siap, Vaksinasi Untuk Masyarakat Umum Digelar April 2021

“Tampan nomor satu penyumbang COVID-19, sudah zona merah,” kata Firdaus.

Ia meminta aga para pengurus sadar dan mau mengikuti aturan Pemerintah dalam upaya penanggulangan penyebaran COVID-19.

“Alquran sudah menegaskan, MUI pusat sampai daerah juga, Pemerintah pusat sebagai ulil amri mengeluarkan larangan, siapa lagi yang mau di ikuti?,” Kata Firdaus.

Sementara itu Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Pemerintah Kota Pekanbaru, dokter Mulyadi mengatakan, hingga Ahad, 26 April 2020 bertambah satu orang pasien positif COVID-19 yang sembuh dan pulang.

“Pasien positif 19 orang, tujuh sembuh dan pulang, sembilan orang masih dirawat isolasi, tiga orang meninggal dunia,” kata dokter Mulyadi.

Sementara data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kini ada 238 orang karena ada penambahan 18 orang, dengan rincian 96 orang sehat dan pulang, 114 orang dirawat, 28 orang meninggal dunia .

“Satu orang pasien PDP yang meninggal bertambah Ahad,” katanya.

Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) totalnya 3.961 orang ada penambahan 32 orang, dengan rincian 3.588 selesai pemantauan, 373 masih dalam pemantauan. masih dalam pemantauan. (Antara.news)

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *