Sekretaris Komisi 1 Minta Panitia PPDB Kroscek Surat Domisili ke Lapangan

Posted on June 22, 2020

PEKANBARU, PENARIAU.INFO – Sekretaris Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid menyoroti Sistem zonasi yang diterapkan pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kora Pekanbaru yang diduga ada praktik jual-beli surat domisili sebagai syarat pada pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA tahun ajaran 2020/2021.

Hal tersebut berdasarkan pada laporan warga atas kecurigaan terjadi nya praktek jual beli surat domisili fiktif untuk meluluskan pendaftaran masuk sekolah.

“Laporan warga Ada yang jarak maksimum di bawah 600 meter di salah satu SMU di Pekanbaru, padahal rasanya tak mungkin ada jumlah ratusan anak yang mau masuk sekolah berdomisili sedekat itu. Di duga ada permainan jual beli Surat domisili dan kolusi dengan panitia penerimaan,” ujar Muhammad Isa.

Baca Juga:  23 SMP Negeri di Pekanbaru Mulai Belajar Tatap Muka

Meluhammad Isa meminta kepada Pemko untuk mengantisipasi dan memberikan perhatian serius dengan adanya jual beli pemindahan administrasi kependudukkan dengan tujuan untuk masuk ke sekolah tertentu.

“Pemko Harus serius dan tegas memperhatikan masalah ini, kalau terbukti ada ASN atau dinas-dinas dan sekolah yang terlibat harus diberikan sanksi, agar tidak merugikan orang tua dan murid yang jujur”, tambahnya.

Baca Juga:  Tak Mampu Beli Kuota untuk Sekolah Online, Puluhan Anak Terima Beasiswa Dhuafa dari Rumah Yatim

Meskipun secara aturan hukum sudah diatur dengan berbagai mekanisme terkait dengan sistem PPDB, Skeretaris Komisi I juga meminta kepada panitia seleksi untuk melakukan cross check atau verifikasi faktual surat domisili ke lapangan.

“Lakukan cross check dilapanga untuk memastikan kebenaran dari data yang disampaikan oleh siswa terkait keterangan domisili, apakah sudah sesuai, jika tidak sesuai, maka siswa itu digugurkan,” jelasnya politikus PKS itu.

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *