Gubri Mengaku Tak Mengetahui Pengadaan Software BRK Senilai Rp4,7 M

Posted on February 17, 2020

Pekanbaru, penariau.info – Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyatakan bahwa belum bisa berkomentar banyak terkait pengadaan software di Bank Riau Kepri dengan nilai mencapai Rp4,7 miliar.

“Sejauh ini, saya belum mengetahui mengenai informasi tersebut, sebab waktu pengadaan software buat Bank Riau Kepri (BRK) tersebut, saya belum menjadi Gubernur Riau,” ungkap Gubri Syamsuar, Minggu (16/2/2020) siang.

Karena persoalan seperti ini, katanya, harus dilihat terlebih dahulu dan sudah sejauh mana tahapan prosedur yang dilakukan, serta apa kegunaannya. “Dan sebab itulah, saya tidak bisa berkomentar banyak perihal tersebut,” terang Gubri lagi.

Baca Juga:  Pasien Suspect Corona di Riau Bertambah Jadi Sembilan Orang

“Yang jelas pengadaanya tersebut sudah dari tahun 2014 yang lalu dan saat itu saya belum menjabat (sebagai Gubernur Riau). Jadi saya tidak mengetahuinya,” ungkapnya tegas.

Disebutkan Gubri, pengadaan software dengan nilai Rp4,7 miliar tersebut diduga dilakukan tanpa adanya Spotcheck (Uji petik).

“Dan itu baru dugaan, untuk persisnya saya tidak mengetahui. Nanti akan saya coba tanya serta selidiki, dan untuk diketahui, tahun 2014 itupun saya di Siak belum jadi bupati,” terangnya

Diberitakan sebelumnya, pengadaan software teknologi informasi untuk Bank Riau Kepri (BRK) menghabiskan dana hampir Rp5 miliar, dan diduga tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Baca Juga:  Tiga Pekerja Tower Sutet di Pelalawan Riau Disambar Petir

Selain itu, akibat aplikasi software tersebut, ada yang belum dapat diterapkan untuk beberapa hal khususnya divisi treasury, sehingga mengakibatkan tingginya potensi human error.

Human error tersebut dapat berimplikasi menyebabkan kerugian materi maupun non materi. Dan persoalan pengadaan software senilai hampir Rp5 miliar tersebut menjadi temuan atau pemeriksaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebab, pengadaan untuk software ini terbilang mahal sekali tetapi minim dan sering malfunction sehingga Bank Riau Kepri sering terkena denda dari pihak otoritas. Dan diperkirakan denda tersebut juga cukup besar. (Metroriau)

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *