Korupsi Dana Pencucian Danau Gema Kampar, Seorang Mantan Anggota Dewan Menangis Divonis 4 Tahun Penjara

Posted on March 19, 2020

Pekanbaru, penariau.info – Air mata Syarifudin alias Arif Subayang, mantan anggota DPRD Kampar, menetes unsai dijatuhi hakim vonis hukuman selama 4 tahun penjara.

Kendati hukuman tersebut telah diringankan hakim dari tuntutan jaksa. Arif merasa sedih, mengingat tak ada satupun pihak keluarganya yang datang mengunjungi proses sidang terakhirnya.

” Saya sedih karena tidak ada keluarga yang datang,” ucapnya usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (19/3/20).

Berdasarkan amar putusan majelis hakim tipikor PN Pekanbaru. Arif dinyatakan terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi pada kegiatan pembersihan Danau Gema, di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar.

Atas perbuatannya itu, majelis hakim yang diketuai Mahyudin SH menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun denda Rp 50 juta subsider 1 bulan. Terdakwa juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 261 juta atau dapat diganti dengan (subsider) selama 1 tahun penjara.

Baca Juga:  Hasil Rapid Test Positif, Bupati Meranti Sebut Belum Tentu Covid 19

” Perbuatan terdakwa terbukti secara sah melanggar Pasal 2 Jo Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemerantasan Tindak Pidana Korupsi,” jelas Mahyudin.

Sebelumnya, mantan anggota DPRD Kampar periode 2014- 2019 itu dituntut jaksa dengan hukuman pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan, denda Rp 200 juta subsideir 3 bulan.

Selain tuntutan hukuman, Syarifudin juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 261 juta atau dapat diganti (subsider) dengan kurungan badan selama 2 tahun 9 bulan.

Baca Juga:  Bertambah 337, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 3.293, Meninggal 280, Sembuh 252

Seperti diketahui, perkara korupsi ini berawal ketika Dinas Bina Marga Pemkab Kampar mengadakan proyek pembersihan danau di Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Kegiatan tahun anggaran 2012 senilai Rp890 juta tersebut, dimenangkan oleh CV Agusti atas nama Endang Surya dengan nilai kontrak Rp 755 juta.

Namun proyek tersebut dikerjakan oleh terdakwaa Syarifudin yang ternyata tidak termasuk dalam direksi atau daftar personel CV Agusti. Terkait pengalihan proyek itu. Terdakwa memberikan fee 2,5 persen dari nilai kontrak sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam akta notaris.

Dalam pengerjaan proyek pembersihan dana gema tersebut, ditemukan terjadinya penyimpangan sehingga negara dirugikan ratusan juta. (Riauterkini)

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *