Tercatat ke-Pasien 63, Tuna Wisma Tergeletak di Jalan Subrantas, Panam Ternyata Positif Covid-19

Posted on May 7, 2020

PEKANBARU, PENARIAU.INFO – Misteri penyebab tuna wisma ditemukan tergeletak di salah satu Halter di Jalan Soebrantas, Kecamatan Tampan. Akhirnya terkuak. Idenitas pria tersebut berinisial S (60).

Sedangkan kaitannya dengan Covid-19. Awalnya, ia berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

“Setelah dilakukan tes swab, ternyata dia positif Covid-19,” kata juru bicara tim Gugus tugas Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi, Kamis (7/5/20).

Kondisi S, saat ini dalam kondisi memperihatinkan karena ginjalnya buruk. Sehingga, pihaknya terlebih dahulu memperbaiki ginjalnya. Kemudian mengobati Covid-19 nya.

“Ini yang agak parah dan sulit, karena Tuan S ada penyakit bawaan ginjal,” terang Yovi.

Baca Juga:  Update Corona di Riau Per 2 April: Kasus Positif Bertambah Jadi 7

Langkah memperbaiki ginjalnya, sebut Yovi, pihaknya akan melakukan proses cuci darah.

“Langkahnya, kita akan upayakan cuci darahnya,” ujar Yovi.

Selain itu, Yovi menyatakan, pihaknya belum mengetahui dari mana tuan S ini tertular. Hasil tracing, S diinformasikan tidak pernah memiliki riwayat perjalan ke tempat terjangkit.

“Kami kesulitan berkomunikasi dengan tuan S. Karena kondisinya sangat berat,” kata Yovi.

Tuan S, sebut Yovi, awalnya dirawat di Aulia. Sedangkan, setelah dinyatakan positif langsung di rujuk ke RSUD AA. Tuan S ini merupakan pasien ke 63, dari total 66 kasus positif Covid-19 di Provinsi Riau.

Baca Juga:  Pasien Suspect Corona di Riau Bertambah Jadi Sembilan Orang

Sedangkan pasien ke 62 merupakan nyonya NM (60) warga kota Dumai. Kaitannya, ia kontak erat dengan pasien RR (37) merupakan kluster Nakes Teladan.

Pasien ke 64 nona K (14) warga Indragiri Hilir, merupakan kluster Magetan, Jawa Timur.

Beritu juga pasien MZ (22) juga warga Kabupaten Inhil, merupakan santri yang pulang dari Magetan. Kemudian, tuan HS (20) warga Bengkalis, diketahui dari hasil kontak tracing tuan YG (23).

“Untuk seluruh kasus positif ini kita lakukan proses tracing, bekerjasama dengan dinas kesehatan setempat,” kata Yovi. (Riauterkini)

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *