Terima Kunjungan Komisi V DPR RI, Gubri Sampaikan Persoalan Infrastruktur

Posted on February 13, 2020

Pekanbaru, penariau.info – Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar terima kunjungan dan sekaligus paparkan persoalan Infarstruktur Riau kepada Komisi V DPR RI.

“Untuk diketahui, jalan nasional yang ada di Riau ada sekitar 1.366,61 kilometer berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) PU. Dari 1.366,61 km tersebut, tingkat kemantapan jalan tersebut masih sekitar 84,68 persen berdasarkan kondisi tahun 2019,” ungkap Gubri Syamsuar kepada DPR RI Komisi V, Kamis (13/2/2020) sore di ruang Melati Kantor Gubri.

Untuk dimaklumi, sambung Gubri, masih banyak jalan nasional ini yang belum bagus atau memadai, termasuk tentunya dengan jalan – jalan nasional yang juga mendukung beberapa kawasan industri yang ada di Riau.

Adapun luas jalan provinsi yang ada di Riau, sebut Gubri, 2.799,8 kilometer. Kondisi mantapnya masih sekitar 60,34 persen, jadi, katanya, masih banyak PR Pemprov Riau dalam rangka menuntaskan jalan provinsi yang ada di Riau,

Baca Juga:  Katakan Anggota DPRD Pekanbaru Dungu di Facebook, Kabag Humas Pemko Diminta Diganti

“Karena masih ada sekitar 300 kilometer lebih, jalan provinsi yang masih jalan tanah dan sirtu. Selain itu, di setiap tahunnya Pemprov Riau sendiri juga meminta bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk dapat membantu APBD Riau dalam membantu penghubung dan konektifitas yang ada di Riau,” ucapnya.

Di samping itu semua, Pemprov Riau juga ada mengusulkan beberapa ruas jalan provinsi menjadi jalan nasional, karena menurut pengamatan kami memang jalan ini ada yang langsung menuju ke Provinsi tetangga, seperti jalan Rantau Berangin – Rokan Hulu – Sumatera Utara dan ada jalan yang menuju ke Sumatera Barat.

Baca Juga:  Ditilang, Pemotor di Riau Ngamuk Banting Motor dan Dorong Polantas

Selain itu, katanya, di Riau juga ada 4 kawasan Industri, yang dalam tahun 2019 – 2024 ini, telah ditetapkan Pemprov Riau melalui Bappenas dan Kementerian Perindustrian masuk dalam RPJMN ada dua kawasan Industri yang akan dikembangkan.

“Dua kawasan Industri itu diantaranya kawasan industri Tenayan Raya dan kawasan industri Tanjung Button,” ucapnya.

Memang untuk mendukung kawasan industri ini Riau membutuhkan dukungan dan bantuan Infrastruktur yang baik dan memadai, terutama jalan.

“Seterusnya untuk perbaikan pelabuhan, pembangunan Roro Dumai – Malaka yang sesuai dengan ketetapan Presiden RI Jokowi, sebab itu kami sangat mengharapkan bantuan dari komisi V DPR RI supaya adanya bantuan dana dari APBN,” tuturnya. (Metroriau)

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *